Kelebihan Sistem Operasi Linux

•May 4, 2008 • 2 Comments

Kelebihan Linux

Di sini akan dijelaskan beberapa kelebihan dari sistem operasi Linux/UNIX dibandingkan dengan dengan sistem operasi yang lain. Dan berikut ini adalah beberapa fakta dari hal-hal yang menguntungkan dengan menggunakan program dan file-file Linux/UNIX :

_ Pada dasarnya semua data tersimpan di dalam harddisk walau ada beberapa kondisi dimana data tersimpan di disket. Linux/UNIX memberikan beberapa proses spesial dimana terminal, printer dan device hardware lainnya dapat diakses seperti kita mengakses file yang tersimpan dalam harddisk atau disket.

_ Ketika program dijalankan, program tersebut dijalankan dari harddisk ke dalam RAM dan setelah dijalankan akan dinamakan sebagai proses.

_ Linux/UNIX menyediakan servis untuk membuat, memodifikasi program, proses dan file.

_ Linux/UNIX mendukung struktur file yang bersifat hirarki.

_ Linux/UNIX adalah salah satu sistem operasi yang termasuk ke dalam kelas sistem operasi yang dapat melakukan multitasking. Multitasking sendiri adalah keadaan dimana suatu sistem operasi dapat melakukan banyak kerjaan pada saat yang bersamaan.

_ Selain multitasking, Linux/UNIX juga dapat mendukung multiuser. Yaitu sistem operasi yang pada saat bersamaan dapat digunakan oleh lebih dari satu user yang masuk ke dalam sistem. Bahkan untuk Linux juga mendukung untuk multiconsole dimana pada saat bersamaan di depan komputer langsung tanpa harus melalui jaringan dan memungkinkan lebih dari satu user masuk ke dakam sistem.

_ Aplikasi pada linux tidak menyatu dengan kernelnya. jadi antara kernel dan aplikasi tidak teletak pada posisi yang sama (seperti yang terdapat pada windows). karena hal ini,bila kita membuka banyak aplikasi sekaligus,dan salah satu aplikasi ada yang “HANG”, maka aplikasin yang lain tidak akan ikut2an “HANG”/tidak berfungsi. Sebagai contoh pada windows. apabila kita membuka banyak aplikasi sperti winamp,adobe photoshop dll,apabila salah satu aplikasi seperti winamp/aplikasi yang lain “HANG” maka aplikasi yang lain akan “HANG” juga/tidak berfungsi. hal seperti ini tidak akan terjadi ketika anda menggunakan linux.

Sekarang terserah pada anda. ingin tetap memakai windows atau beralih pada Linux. Ingat!!! orang pintar mengambil keputusan dengan bijaksana

Gentoo Linux on Apple imac

•May 4, 2008 • Leave a Comment

Apple iMac 350

Jelang malam selepas buka Dicky datang mengantarkan pesananku, sebuah komputer funky berwarna permen bermerek Apple iMac 350 (prosesor G3) dengan harddisk 6GB dan RAM 192MB. Nanti kalau ada rejeki lagi saya upgrade harddisk dan RAM-nya (RAM pake SDRAM PC100).

Beberapa jam kemudian saya mengotak-atik MacOSX Jaguar. Seperti halnya ketika menggunakan notebook atau desktop orang lain dengan sistem Macintosh; saya menjadi bodoh berhadapan dengan sistem operasi tersebut. Oh iya, di iMac tersebut selain terinstall MacOSX Jaguar juga terinstall sistem sebelumnya MacOS9 dalam partisi yang berbeda, sehingga harddisk yang cukup kecil tersebut sudah habis oleh dua sistem operasi saja.

Sambil menikmati buaian Graphical User Interface MacOSX saya membakar Gentoo Linux 2005.1 for PPC, dua CD yaitu CD Install Universal dan CD Packages. Setelah mencukupkan diri menikmati MacOSX saya reboot iMac tersebut dan boot ke LiveCD Gentoo, dan mulailah menginstall Gentoo Linux di perangkat buatan Apple tersebut.

Sewaktu boot saya tekan tombol Alt untuk memilih boot-sequence, memilih CD dan iMac pun booting ke CD, halaman hitam bertulisan putih teks saja yang disebut yaboot pun menyambut. Tombol Enter ditekan dan keluarlah tulisan-tulisan yang tak cukup dimengerti tapi akrab di mata hingga muncul prompt Linux root #

Seperti halnya menginstall Slackware, menginstall Gentoo dihadapkan pertama kalinya adalah menyiapkan partisi harddisk, untuk mesin PowerPC digunakan tools mac-fdisk. Ada perbedaan dengan PC, partisi 1-6 sudah dipakai oleh sistem Apple termasuk bootsrap dan MBRnya, jadi saya menginstall swap di partisi ketujuh dan partisi kedelapan sebagai sistem (karena harddisknya kecil cukup satu partisi / saja).

Setelah partisi dibuat dan diformat partisi ext3 yang baru dibuat di-mount dan kemudian di-chroot supaya partisi / berpindah dari LiveCD ke Gentoo yang akan diinstall. Stage3 saya pilih dan diekstrak ke sistem, kemudian portage-snapshot diekstrak juga. Langkah pertama setelah stage3 terinstall adalah meng-compile kernel. Paket gentoo-sources diinstall dan untuk kemudahan kernel dicompile dengan tools genkernel dengan mengambil config dari LiveCD. Setelah berkutat dengan make menuconfig kernel –karena banyak hal baru bagi saya– konfigurasi kernel disimpan dan kompilasi kernel dimulai. Waktu menunjukkan pukul 12 malam dan saya pun tidur supaya tidak sariawan menunggu kernel di-compile.

Pukul 3 bangun, lalu melihat kompilasi kernel sudah selesai (tepatnya berapa lama belum saya cek), saya pun makan sahur dulu. Sambil memakan cemilan, brem dan minuman vitamin, instalasi dilanjutkan dengan mengatur fstab, networking, hostname, password root dan terakhir boot manager yaboot. Sempat terjadi masalah karena kesalahan konfigurasi yaboot sehingga pada saat iMac direstart tidak mau boot ke harddisk, bisa diperbaiki dengan cara boot ke CD lagi, mount harddisk, chroot dan update konfigurasi yaboot.

Linux dasar sudah terinstall, kini tinggal menginstall paket-paket binary Gentoo dari CD kedua.

Berikut spesifikasi mesin Apple tersebut menurut pengamatan Linux:

$ cat /proc/cpuinfo
processor : 0
cpu : 740/750
temperature : 62-64 C (uncalibrated)
clock : 350MHz
revision : 2.2 (pvr 0008 0202)
bogomips : 696.32
machine : PowerMac2, 1
motherboard : PowerMac2, 1 MacRISC2 MacRISC Power Macintosh
detected as : 66 (iMac FireWire)
pmac flags : 00000014
L2 cache : 512K unified
memory : 192MB
pmac-generation: NewWorld

$ /sbin/lspci
0000:00:0b.0 Host bridge: Apple Computer Inc. UniNorth AGP
0000:00:10.0 Display controller: ATI Technologies Inc Rage 128 RL/VR AGP
0001:10:0b.0 Host bridge: Apple Computer Inc. UniNorth PCI
0001:10:17.0 Class ff00: Apple Computer Inc. KeyLargo Mac I/O (rev 02)
0001:10:18.0 USB Controller: Apple Computer Inc. KeyLargo USB
0001:10:19.0 USB Controller: Apple Computer Inc. KeyLargo USB
0002:20:0b.0 Host bridge: Apple Computer Inc. UniNorth Internal PCI
0002:20:0f.0 Ethernet controller: Apple Computer Inc. UniNorth GMAC (Sun GEM)

$ uname -a
Linux iMac 2.6.12-gentoo-r6 #1 Sun Oct 30 07:18:14 WIT 2005 ppc 740/750
PowerMac2, 1 GNU/Linux

Remote ssh Linux

•May 4, 2008 • Leave a Comment

SSH digunakan untuk login ke komputer lain dari komputer kita. jadi,minimal diperlukan 2 komputer untuk melakukan ssh.
Penggunaan SSH dapat mempermudah kita untuk melihat isi komputer lain,tanpa harus berjalan mondar-mandir dari kompiter kita ke komputer lain. selain itu juga menghemat waktu. karena terdapat 2 user yang berbeda,jadi masing2 user dapat mengerjakan pekerjaan mereka sendiri2.

syaratnya:

1. loe harus ada izin dari pemilik komputer lain itu,

2. loe harus nginstall ssh di linux punya loe

3. komputer loe ama komputer yang mau di remote harus terkait dalam suatu jaringan

cara remmote ssh

sudo apt-get install ssh

ssh -l usernamekomputer yang mau di remote spasi ip komputer tersebut

password: ********(tergantung password dari kompute tersebut)

nah kalau loe udah masuk ke user di komputer tersebut loe bisa ngapain aja yang penting loe jangan macem-macemin isi komputer tersebut(kasian yang punya komp entar nangis lagi )

Memahami Perintah Dasar Linux

•May 4, 2008 • Leave a Comment

Secara umum perintah-perintah Linux dan UNIX memiliki sintaks sbb :
perintah [option...] [argumen...]
Option merupakan pilihan yang dapat kita gunakan untuk memberikan hasil tertentu dari suatu perintah.
Argumen umumnya merupakan sesuatu yang akan diproses oleh perintah, misalnya nama file atau nama direktori.
Tanda [ ] merupakan simbol bahwa option dan argumen tidak harus selalu digunakan dalam menjalankan perintah.
Tanda titik-titik menandakan bahwa baik option dan argumen dapat lebih dari satu.
Seluruh perintah dalam Linux dan UNIX bersifat case sensitive, jadi perintah LS akan dianggap berbeda dengan ls.
Sekarang kita mulai dengan perintah-perintah dasar yang umum digunakan dalam Linux :

ls
Perintah ini merupakan perintah untuk menampilkan isi suatu direktori. Perintah ini mirip seperti perintah dir dalam DOS.
Ada beberapa cara untuk menggunakan perintah ini, misalnya :
# ls
# ls -l
Untuk mengetahui lebih lengkap tentang perintah ls, silakan lihat di manual dengan perintah man ls.
more
Perintah more dapat digunakan untuk melihat isi suatu file teks dengan layar per layar. untuk keluar dari tampilan more dengan menekan tombol q.
cat
Perintah ini digunakan untuk menampilkan isi file ke layar tanpa fasilitas tampilan layar per layar.
Biasanya digunakan bersamaan dengan pipeline atau redirection. Misal untuk menampilkan isi file /etc/passwd dan /etc/group, gunakan perintah :
# cat /etc/passwd /etc/group
cd
Perintah ini mirip seperti perintah cd dalam DOS yaitu digunakan untuk pindah ke direktori tertentu. Contoh perintah :
# cd /home/adje
Untuk menuju kembali ke direktori /home, maka digunakan perintah :
# cd ..
cp
Perintah ini digunakan untuk mengkopi suatu file atau direktori. misalnya :
# cp contoh1 contoh2
Perintah di atas maksudnya akan mengkopi contoh1 ke file contoh2. Untuk mengkopi seluruh direktori menggunakan perintah :
# cp -R /home/adje /home/afri
mv
Perintah ini digunakan untuk memindahkan suatu file ke lokasi lain atau dengan nama lain. Contoh :

# mv contoh1.php contoh2.php
#mv contoh1.php /home/adje/contoh2.php
rm
Perintah ini digunakan untuk menghapus direktori atau file. Perintah ini mirip dengan perintah del dalam DOS. Dalam menggunakan perintah ini agar hati-hati karena dalam Linux tidak ada perintah undelete atau unerase. Contoh penggunaan rm sbb :
#rm contoh1.php
Untuk menghapus suatu direktori gunakan perintah :
#rm /home/adje/temp
mkdir
Perintah ini digunakan untuk membuat direktori. Misalnya :
#mkdir contoh
Pipeline
Pada Linux dan UNIX, hasil keluaran suatu proses program dapat diberikan sebagai input pada proses lainnya. Contohnya :

#ls -l /home/adje | more
grep
Perintah grep digunakan untuk men-filter masukan dan menampilkan dalam bentuk baris-baris yang sesuai dengan pola yang anda inginkan. Contoh :

# ps ax |grep wvdial
Redirection
Di dalam Linux atau UNIX, anda dapat membelok-belokkan standar input, output ataupun standar error menuju tujuan lain.
Misalnya anda dapat membelokkan standar output suatu program ke file atau membelokkan standar input suatu program dari suatu file.
Proses pembelokkan ini disebut redirection dan di *NIX digunakan simbol > (untuk membelokkan standar output ke file) dan simbol isi-etc
Untuk menambahkan isi file isi-etc dengan data lain, gunakan simbol >> (append) pada redirection, misal :

#ls -lR /home/adje >> isi-etc

Untuk membuat perintah mensortir data yang terdapat pada file contoh.txt dapat digunakan perintah :

#sort < contoh.txt
Perintah-perintah di atas adalah perintah-perintah yang sering digunakan dalam Linux atau UNIX. Bila anda masih merasa kesulitan silakan baca manual-nya terlebih dahulu. Karena membaca manual itu sangat penting bila kita sering meng-oprek Linux atau UNIX. Dari manual itu kita bisa mendapat solusi dari masalah yang kita hadapi

Perintah Dasar Linux

•May 4, 2008 • 1 Comment

PERINTAH DASAR LINUX
Wah kalo udeh masuk ke halaman ini berarti udeh sukses menginstal yach….hebat dong,
nah untuk pertama kali barangkali kita harus menyiapkan user baru dulu nich, selain root, karena apa, kalo kita baru pertama kali pegang barang baru biasanya kita selalu experimen kiri-kanan, dan ini berbahaya apa lagi anda lagi login sebagai root, nah biar aman kita main yang sebagai pengguna biasa-biasa saja nah untuk itu kita harus mempersiapkan user login lain selain root. kita ambil contoh user andi caranya gini nih :, karena yang bisa mempersiapkan/membuat hanyalah root makanya anda harus login dulu sebagai root

Sebelumnya untuk diketahui bahwa dalam unix, perintah atau command adalah case sensitiv, yang berarti harus di perhatikan penggunaan huruf besar dan kecilnya.

Pertama kali booting linux temen-temen disuguhi selamat datang dan berakhir pada text prompt seperti ini :

Redhat Linux release 6.0 (hedwig)
Kernel 2.2.5-15 on an i586
localhost login :

Nah pada prompt ini masukkan nama root, dan passwordnya ini anda masih ingat khan waktu instalasi pertama kali .

Redhat Linux release 6.0 (hedwig)
Kernel 2.2.5-15 on an i586
localhost login :root

setelah itu melangkah ke password

Redhat Linux release 6.0 (hedwig)
Kernel 2.2.5-15 on an i586
localhost login :root
Password: ******* isikan passwordnya

jika anda menemukan prompt seperti ini :

Redhat Linux release 6.0 (hedwig)
Kernel 2.2.5-15 on an i586
localhost login :root
Password: *******
last login : mon jun 7 16:53:21 on tty1
[root@localhost /root] #

berarti ente udeh berhasil login sebagi root
nah pada tanda # itu menandakan anda login sebagai root dan berkuasa penuh terhadap sistem, pada saat ini anda telah siap untuk menambah user baru dengan perintah adduser ,sebagai beikut ; misalnya namanya andi

[root@localhost /roo]t # adduser andi

setelah itu tambahkan password buat andi dengan perintah passwd

[root@localhost /root] # passwd andi

setelah itu akan muncul tulisan seperti berikut untuk mengisi password dan konfirmasi password
root@localhost root # passwd andi
New Unix Password : ******* , isikan password disini
Retype new unix password : ********, ini isikan sama dengan yang diatas

kemudian kalo muncul :

passwd: all authentification tokens updated succesfully

Berarti anda udeh sukses membuat user dan password baru buat user andi.

sekarang keluar dari root dengan cara menuliskan logout atau Ctrl -D (tekan tombol Ctrl lalu D)

[root@localhost /root] # logout

catatan : cara mematikan mesin linux harus dilakukan dengan login root , lakukan perintah ini untuk mematikan linux
[root@localhost /root] # shutdown -h now
ini adalah cara paling aman untuk mematikan komputer lewat linux, parameter -h adalah mematikan program linux atau shutdown dalam istilah windows
[root@localhost /root] # shutdown -r now adalah parameter untuk merestart komputer

kita lanjutkan , dan tampilan akan seperti ini dibawah ini sama seperti yang diatas :

Redhat Linux release 6.0 (hedwig)
Kernel 2.2.5-15 on an i586
localhost login : andi
Password: *******, isikan passwordnya andi

anda akan melangkah ke :

Redhat Linux release 6.0 (hedwig)
Kernel 2.2.5-15 on an i586
localhost login : andi
Password: *******
last login : mon jun 7 16:53:21 on tty1
[andi@localhost andi] $

Selamat anda telah berhasil memakai user baru. dan anda bisa mulai belajar dengan aman dan lihat bash prompt anda berubah menjadi tanda $. yang berarti anda login sebagai user biasa.

Sekarang kita belajar Perintah dasar yang sering digunakan oleh user :

BEBERAPA PERINTAH DASAR

- ls (list) adalah perintah untuk melihat file ataupun direktory, ada beberpa option didalamnya dan bisa dilihat pake
perintah man
contoh :
[andi@localhost andi] $ ls -la
ini adalah melihat seluruh isi file yang ada dalam direktory andi
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk ls dengan cara :
[andi@localhost andi] $ man ls

- cp (copy) adalah perintah untuk mencopy/menggandakan file ada beberpa option didalamnya dan bisa dilihat pake
perintah man
contoh :
[andi@localhost andi] $ cp namafile namafilebaru
ini adalah melihat mencopy file namafile dan dijadikan namafilebaru yang ada dalam direktory andi
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk cp dengan cara :
[andi@localhost andi] $ man cp

- rm (remove) adalah perintah untuk menghapus file , ada beberpa option didalamnya dan bisa dilihat pake perintah
man
contoh :
[andi@localhost andi] $ rm namafile
ini adalah melihat menghapus sebuah file yang ada dalam direktory andi, dan bernama namafile
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk rm dengan cara :
[andi@localhost andi] $ man rm

- mv (move) adalah perintah untuk memindahkan file dari tempat lama ke tempat yang baru ,ada beberpa option
didalamnya bisa dilihat pake perintah man
contoh :
[andi@localhost andi] $ mv /home/andi/direktory001/namafile /home/andi/direktor002/namafile
ini adalah memindahakan namafile di direktory /home/andi/direktory001/ ke directory
/home/andi/direktor002/
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk mv dengan cara :
[andi@localhost andi] $ man mv

- pwd (parrent working directory) adalah perintah untuk menghapus melihat directory dimana kita berada saat ini
ada beberpa option didalamnya dan bisa dilihat pake perintah man
contoh :
[andi@localhost andi] $ rm namafile
ini adalah melihat menghapus sebuah file yang ada dalam direktory andi, dan bernama namafile
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk pwd dengan cara :
[andi@localhost andi] $ man pwd
- cd (change directory) adalah perintah untuk berpindah directory dimana kita berada saat ini ke tempat
atau directory baru, ada beberapa option didalamnya dan bisa dilihat pake perintah man
contoh :
[andi@localhost andi] $ cd /mnt atau cd /usr/doc
ini adalah berpindah ke dalam direktory /mnt dan berpindah ke dalam direktory /usr/doc
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk cd dengan cara :
[andi@localhost andi] $ man cd

- mkdir (make directory) adalah perintah untuk membuat directory
ada beberapa option didalamnya dan bisa dilihat pake perintah man
contoh :
[andi@localhost andi] $ mkdir /home/andi/belajar
ini adalah membuat direktory baru yang diletakkan di direktory /home/andi/ dan dengan nama belajar
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk mkdir dengan cara :
[andi@localhost andi] $ man mkdir

- rmdir (remove directory) adalah perintah untuk menghapus directory
ada beberapa option didalamnya dan bisa dilihat pake perintah man
contoh :
[andi@localhost andi] $ rmdir /home/andi/belajar
ini adalah menghapus direktory yang berada di direktory /home/andi/ dengan nama belajar
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk rmdir dengan cara :
[andi@localhost andi] $ man rmdir

- cat adalah perintah untuk melihat lebih lanjut isi dari sesuatu file (seperty perintah type dalam DOS)
ada beberapa option didalamnya dan bisa dilihat pake perintah man
contoh :
[andi@localhost andi] $ cat namafile
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk mkdir dengan cara :
[andi@localhost andi] $ man cat

- man (manual) adalah perintah untuk melihat manual dari suatu command (seperty perintah help/? dalam DOS)
contoh :
[andi@localhost andi] $ man mkdir

- top adalah untuk melihat proses yang sedang terjadi dalam komputer dan akan menampilkan nomor PID dari
masing masing proses yang sedang berjalan
PID = Process ID

- kill membunuh/mematikan proses yang sedang berlangsung dalam sistem
contoh :
[andi@localhost andi] $ kill 1332 (dimana nomor 1332 adalah nomor PID dari sebuah proses)
dapat dilihat nomor PID lewat perintah top
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk kill dengan cara :
[andi@localhost andi] $ man kill

- killall membunuh/mematikan semua proses yang sedang berlangsung dalam sistem
contoh :
[andi@localhost andi] $ killall

segitu dulu dech…….aku udeh pegal nulis,….entar disambung lagi kalo ada hi…hi…hi…, namanya juga belajar !

Instalasi WordPress pada Linux

•May 4, 2008 • Leave a Comment

Sekarang saya ingin berbagi pengetahuan saya, yangasaya dapatkan d KSL BL. Berikut ini akan menjelaskan cara2 instalasi WordPress pada OS Linux.

  • Pertama, kita asumsikan LAMPP (XAMMP di linux) telah terinstall di komputer kita. Copy file .tar.gz atau .zip wordpress di direkrori /opt/lammp/htdocs/
  • Masuk ke direktori /opt/lammp/htdocs/ dan ekstrak file tersebut dengan perintah sudo tar -xvvzf “wordpress” (untuk file .tar.gz) atau sudo unzip “wordpress” (untuk file .zip)
  • Aktifkan web server dengan perintah sudo /opt/lampp/lampp start kemudian buka browser. Ketikan alamat http://localhost/wordpress. Akan tampil pada browser tampilan awal instalasi wordpress.
  • Langkah selanjutnya kita copy file wp-config-sample.php dan mengganti nama file copy-an menjadi wp-config.php dengan perintah sudo cp /opt/lampp/htdocs/wordpress/wp-config-sample.php /opt/lampp/htdocs/wordpress/wp-config.php
  • Buka file wp-config.php menggunakan text editor (contohnya gedit) dengan perintah sudo gedit /opt/lampp/htdocs/wordpress/wp-config.php
  • Ganti tulisan define (’DB_NAME’, ‘wordpress’) menjadi (’DB_NAME’, ‘blog’), (’DB_USER’, ‘username’) menjadi (’DB_USER’, ‘root’), dan (’DB_PASSWORD’, ‘password’) menjadi (’DB_PASSWORD’, ”). Kemudian save file tersebut dengan .php. Untuk isian ‘blog’ merupakan opsional karena itu adalah nama database yang akan kita gunakan.
  • Buka browser, pada address ketik http://localhost/wordpress/wp-admin/install.php
  • Akan muncul tampilan instalasi lagi dan klik link First Step
  • Isi form yang muncul dengan judul blog dan alamat email kita.
  • Pada halaman selanjutnya, kita akan mendapatkan username dan password. Ingat atau catat password tersebut, karena bisanya berupa karakter acak. Username dan password ini akan kita gunakan untuk login pertama kali. Setelah itu saya sarankan mengganti password sesuka hati yang mudah diingat.
  • Login ke WordPress dengan klik di link log in. Lalu isikan username dan password tadi dan klik login.
  • Anda telah berhasil menginstall wordpress di linux.

Software Freedom Day 2007

•May 4, 2008 • Leave a Comment

Dalam rangka memperingati SOFTWARE FREEDOM DAY, kami Kelompok Studi Linux Universitas Budi Luhur, untuk yang ketiga kalinya akan ikut berpartisipasi untuk merayakan event yang serentak akan diadakan di seluruh dunia. Di kampus Universitas Budi Luhur*, Insya Allah akan diadakan pada tanggal 13, 14, dan 15 September 2007, dengan tema “It’s Time to Fight for the Freedom”.

Isi dari acara ini adalah sebagai berikut:

Tanggal 13 (Pukul 09.00 – 16.30):

  1. Kompetisi Game (Penyisihan)
  2. Show Desktop
  3. Bazar (repo, diztro, dan lain2)
  4. Install fest

Tanggal 14 (Pukul 09.00 – 16.30):

  1. Kompetisi Game (Semi final)
  2. Show Desktop
  3. Bazar (repo, diztro, dan lain2)
  4. Install fest

Tanggal 15 (Pukul 09.00 – 17.00):

  1. Seminar GRATIS dari
    1. ksl-bl : All about FOSS
    2. ubuntu.or.id : On Progress
    3. echo : Scurity Testing (attacking bl.ac.id)
  2. Show Desktop
  3. Bazar (repo, diztro, dan lain2)
  4. Install fest
  5. Kompetisi Game (Final)

Games yang dikompetisikan:

  1. OpenArena
  2. Scoreched 3D (1 on 1)

Alamat Universitas Budi Luhur:
Jl. Ciledug Raya Petukangan Utara Jakarta Selatan.

Contact Person:

  • 0899 9318804 (HADI)
  • 0856 92490612 (IPUL)
  • 0856 92001364 (KHOLID)
  • 021 71630943 (REZA)

LINUX

•May 4, 2008 • 1 Comment
Ada usul agar artikel atau bagian dari artikel GNU/Linux digabungkan ke artikel atau bagian ini. (Perbincangkan)
Tux si penguin adalah maskot resmi Linux

Tux si penguin adalah maskot resmi Linux

Linux atau GNU/Linux adalah sistem operasi bebas yang sangat populer untuk komputer.

Istilah Linux atau GNU/Linux (GNU) juga digunakan sebagai rujukan kepada keseluruhan distro Linux (Linux distribution), yang di dalamnya disertakan program-program lain pendukung sistem operasi. Contoh program tersebut adalah server web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan desktop (Desktop Environment) (seperti GNOME dan KDE), dan aplikasi perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, Gnumeric. Distro Linux telah mengalami pertumbuhan yang pesat dari segi popularitas, sehingga lebih populer dari versi UNIX yang menggunakan sistem lisensi dan berbayar (proprietary) maupun versi UNIX bebas lain yang pada awalnya menandingi dominasi Microsoft Windows dalam beberapa sisi.

Linux mendukung banyak perangkat keras komputer, dan telah digunakan di berbagai peralatan dari komputer pribadi, superkomputer dan sistem benam (embedded system), seperti telepon seluler (Ponsel) dan perekam video pribadi.

Pada awalnya, Linux dibuat, dikembangkan, dan digunakan oleh peminatnya saja. Kini Linux telah mendapat dukungan dari perusahaan besar seperti IBM dan Hewlett-Packard. Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan ini dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor independence), biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi UNIX proprietari, serta faktor keamanan dan kestabilannya dibandingkan dengan Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (opensource software).

Daftar isi

[sembunyikan]

//<![CDATA[
if (window.showTocToggle) { var tocShowText = "tampilkan"; var tocHideText = "sembunyikan"; showTocToggle(); }
//]]>

[sunting] Sejarah

Kernel Linux pada mulanya ditulis sebagai proyek hobi oleh pelajar universitas Finland Linus Torvalds yang belajar di Universitas Helsinki, untuk membuat kernel Minix yang gratis dan dapat diedit. (Minix adalah projek pelajaran menyerupai UNIX dibuat untuk mudah digunakan dan bukannya untuk digunakan secara komersial.) Versi 0.01 dikeluarkan ke Internet pada September 1991, Versi 0.02 pada 5 Oktober 1991. [1]

Berikutnya, beribu-ribu penulis program sukarelawan seluruh dunia telah menyertai proyek ini.

Sejarah sistem operasi Linux berkaitan erat dengan proyek GNU, proyek pengembangan perangkat lunak bebas (free software) yang didasari pandangan bahwa perangkat lunak itu harusnya tidak menyertakan batasan apapun (bebas) saat diterima oleh pengguna. Pandangan ini tertuang dalam satu lisensi dengan nama General Public License atau disingkat GPL. Richard Stallman merupakan motor utama yang memulai proyek GNU pada tahun 1983. Proyek ini bertujuan untuk membuat sistem operasi lengkap — kompiler, utiliti aplikasi, utiliti pembuatan dan program lainnya sehingga dapat membentuk satu sistem yang dapat digunakan. Kesemuanya menggunakan lisensi GPL. Pada tahun 1991 proyek GNU telah menghasilkan hampir semua komponen sistem, kecuali kernel, yang merupakan komponen utama sebuah sistem operasi lengkap. Torvalds mengisi kekosongan itu dengan kernel buatannya, yang dapat berjalan bersama komponen GNU. Kesemua aplikasi GNU beserta kernel yang dibuat oleh Torvald dan sukarelawan lainnya itulah yang membentuk satu sistem operasi lengkap yang bernama Linux.

Ada sedikit keberatan dari Stallman terhadap penyebutan Linux. Penyebutan itu seolah menganulir kontribusi GNU yang menyumbangkan banyak sekali komponen aplikasi sehingga Linux sebagai kernel dapat digunakan secara umum. Karena itu ia mengusulkan untuk setiap penyebutan Linux, menyertakan nama GNU atau tepatnya GNU/Linux untuk definisi sistem yang terdiri dari kernel Linus Torvald dan aplikasi pendukung buatan GNU. Namun dikalangan umum, nama Linux lebih dikenal. Hingga tahun 2008, kernel yang dikembangkan oleh GNU dengan nama GNU Hurd masih belum selesai.

[sunting] Logo dan Merek Dagang

Ada salah satu kisah (perlu dikonfirmasikan kembali) kenapa Linus menginginkan pinguin sebagai logonya. Saat berjalan-jalan di taman Perth bersama Andrew Tridgell, pembuat program Samba, Linus dipatok oleh Pinguin dan demam selama berhari-hari. Ia pikir karakter pinguin cocok dengan Linux. Badannya agak gemuk, santai, namun jika mematok bisa bikin demam berhari-hari. Dia menggambarkan pinguin maskot ini nantinya berbadan gemuk, agak tersenyum dan sedang istirahat.

Setelah melalui pemilihan selama beberapa waktu, akhirnya diputuskan gambar pinguin yang dibuat oleh Larry Ewing merupakan deskripsi yang paling sempurna menurut keinginan Linus. Maskot ini dinamakan Tux, ditahbiskan sebagai logo Linux pada tahun 1996. Tentang penamaan Tux, merupakan kepanjangan dari Torvald + Unix = Tux.[1]

Linux adalah merek dagang (SN: 1916230) yang dimiliki oleh Linus Torvalds. Linux terdaftar sebagai “Program sistem operasi komputer bagi penggunaan komputer dan operasi”. Merek dagang ini didaftarkan setelah ada suatu kejadian di mana seorang pemalsu bernama William R Della Croce Jr mulai mengirim surat kepada para distributor Linux dan megklaim trademark Linux adalah hakmiliknya serta meminta royalti sebanyak 10% dari mereka. Para distributor Linux mulai mendorong agar trademark yang asli diberikan kepada Linus Torvalds. Pemberian lisensi trademark Linux sekarang dibawah pengawasan Linux Mark Institute.

[sunting] Distribusi Linux

Lihat juga Distribusi Linux

Terdapat banyak distribusi Linux (lebih dikenali sebagai distro) yang dibuat oleh individu, grup, atau lembaga lain. Masing-masing disertakan dengan program sistem dan program aplikasi tambahan, di samping menyertakan suatu program yang memasang keseluruhan sistem di komputer (installer program).

Inti di setiap distribusi Linux adalah kernel, koleksi program dari proyek GNU (atau proyek lain), cangkang (shell), dan aturcara utilitas seperti pustaka (libraries), kompilator, dan penyunting (editor). Kebanyakan sistem juga menyertakan aturcara dan utilitas yang bukan-GNU. Bagaimanapun, utilitas tersebut dapat dipisahkan dan sistem ala UNIX masih tersedia. Beberapa contoh adalah aturcara dan utiliti dari BSD dan sistem grafik-X (X-Window System). X menyediakan antarmuka grafis (GUI) yang umum untuk Linux.

Contoh-contoh distribusi Linux :

[sunting] Aplikasi Sistem Operasi Linux

Pengguna Linux, yang pada umumnya memasang dan melakukan sendiri konfigurasi terhadap sistem, lebih cenderung mengerti teknologi dibanding pengguna Microsoft Windows atau Mac OS. Mereka sering disebut hacker atau geek. Namun stereotipe ini semakin berkurang dengan peningkatan sifat ramah-pengguna Linux dan makin luasnya pengguna distribusi. Linux telah membuat pencapaian yang cukup baik dalam pasaran komputer server dan komputer tujuan khusus, seperti mesin render gambar dan server web. Linux juga mulai populer dalam pasaran komputer desktop.

Linux merupakan asas kepada kombinasi program-server LAMP, kependekan dari Linux, Apache, MySQL, Perl/PHP/Python. LAMP telah mencapai popularitas yang luas di kalangan pengembang Web.

Linux juga sering digunakan sebagai sistem operasi embeded. Biaya pengadaan Linux yang murah memungkinkan penggunaannya dalam peralatan seperti simputer, yaitu komputer berbiaya rendah yang ditujukan pada penduduk berpendapatan rendah di Negara-negara berkembang.

Dengan lingkungan desktop seperti KDE dan GNOME, Linux menawarkan antarmuka pengguna yang lebih menyerupai Apple Macintosh atau Microsoft Windows daripada antarmuka baris teks seperti Unix. Oleh karena itu, lebih banyak program grafik dapat ditemui pada Linux yang menawarkan berbagai fungsi yang ada pada utilitas komersil.

[sunting] Pasar serta kemudahan pemakaian

Linux yang pada awalnya hanya merupakan sistem operasi yang digunakan oleh peminat komputer, telah menjadi sistem yang lebih user-friendly, dengan antaramuka grafik yang berbagai macam aplikasi yang lebih mirip sistem operasi lain, daripada baris perintah Unix. Namun kesan ini telah menimbulkan banyak kritikan, termasuk dari pendukung Linux. Mereka berpendapat bahwa Linux dan proyek program bebas masih belum mencapai faktor “ke’mudahan’an dalam pemakaian” yang memuaskan. Persoalan tentang ke’mudah’an Linux dibanding Windows atau Macintosh masih menjadi isu perdebatan yang hangat. Pasaran Linux dalam komputer “desktop” masih agak kecil tapi semakin berkembang. Menurut Lembaga Penyelidikan Pasaran IDC, besar pasaran bagi Linux pada tahun 2002 adalah 25% bagi pasaran server, dan 2.8% bagi pasaran Komputer pribadi.

Bagi mereka yang hanya biasa menggunakan Windows atau Macintosh, Linux mungkin kelihatan lebih sukar disebabkan perbedaan dalam melakukan berbagai kerja komputer. Dan lagi, pengguna perlu menukar program yang sering digunakan, disebabkan program tersebut tidak didapati dalam Linux (atau pilihan yang agak terbatas, misalnya permainan komputer). Faktor lain adalah sifat ragu-ragu pengguna yang merasa susah untuk melepaskan sistem operasi mereka (banyak pengguna masih menggunakan Windows). Selain itu, kebanyakan komputer didatangkan dengan Windows siap pakai (preinstalled). Faktor-faktor ini menyebabkan perkembangan Linux yang agak lambat.

Walau bagaimanapun, kelebihan Linux seperti biaya rendah, sekuritas yang lebih aman, dan tidak bergantung pada vendor, telah meningkatkan penggunaan yang luas di kalangan korporasi dan perkantoran. Dalam situasi ini, halangan yang disebut di atas dapat dikurangi karena hanya aplikasi/utiliti yang terbatas digunakan, serta administrasi dan konfigurasi komputer (administration) dikendalikan oleh sekumpulan pekerja pakar IT yang sedikit.

Terdapat berbagai kajian yang dilakukan terbatas biaya serta ke’mudahan’an Linux. Relevantive, (sebuah lembaga berpusat di Berlin, yang mengkhususkan diri dalam riset lembaga tentang ke’mudahan’an program, serta servis web), telah membuat kesimpulan bahawa ke’dapatpakai’an Linux bagi pekerjaan dengan komputer “desktop” adalah hampir sama dengan Windows XP. Bagaimanapun, kajian oleh IDC (yang dibiayai oleh Microsoft) mengklaim bahwa Linux mempunyai biaya pemilikan (Total Cost of Ownership) yang lebih tinggi dibanding Windows.

Linux juga sering dikritik karena jadwal penembangannya yang tidak dapat diduga. Secara langsung, menyebabkan pengguna Enterprise kurang selesa dengan Linux dibanding sistem operasi lain (Sumber:Marcinkowski, 2003). Pilihan yang banyak dalam hal distribusi Linux juga dikatakan membingungkan konsumer, dan vendor program.

[sunting] Instalasi

Proses instalasi Linux yang sukar seringkali menjadi penghalang bagi pengguna baru, namun proses ini sekarang menjadi lebih mudah. Dengan penerimaan Linux oleh beberapa pabrikan komputer pribadi besar, komputer terpasang (built up) dengan distribusi Linux banyak tersedia. Selain itu, terdapat juga distribusi Linux yang dapat dijalankan (boot) secara langsung dari cakram optik (CD) tanpa perlu diinstalasi ke cakram keras (hard disk); hal ini dikenal dengan istilah Live CD. Contoh distribusi dalam bentuk Live CD adalah Knoppix/Gnoppix, Kubuntu/Ubuntu dan Gentoo. Saat ini hampir semua distribusi Linux menyediakan versi Live CD untuk produknya. ISO image untuk cakram optik untuk distribusi Linux tersebut biasanya dapat diunduh dari Internet, dibakar ke CD, dan selanjutnya dapat digunakan sebagai CD yang siap untuk proses boot.

Instalasi Linux juga merupakan instalasi berupa suite, yaitu dimana penginstalasian tersebut secara otomatis menginstalasi program-program standar, seperti pemutar MP3, Office Suite, dan pengolah gambar.

[sunting] Konfigurasi

Konfigurasi setelan Linux dan aplikasi di atasnya banyak yang dilakukan lewat berkas teks di direktori /etc. Pada perkembangan selanjutnya, utilitas seperti Linuxconf dan GNOME System Tools memudahkan pekerjaan ini lewat antarmuka grafik. Kendati demikian, baris perintah (command line) tetap merupakan cara yang paling umum digunakan.

[sunting] Dukungan

Dukungan bagi Linux biasanya didapatkan melalui peer(dalam konteks ini maksudnya kelompok pengguna linux/KPLI) – pengguna Linux lain di dalam forum internet, IRC, newsgroup dan mailing list. Kelompok Pengguna Linux (LUG, Linux User Group) telah didirikan di seluruh dunia untuk membantu pengguna lokal, pengguna baru, dan pengguna berpengalaman. Di Indonesia kelompok ini tergabung dalam KPLI daerah seperti KPLI Jakarta, KPLI Bandung, KPLI Jogja dan masih banyak lainnya. Bantuan termasuk instalasi, penggunaan, pengadaan serta menggalakkan pengembangan sistem Linux.

Dukungan resmi Linux di Indonesia dapat diperoleh di Linux User Group (LUG) Indonesia http://www.lug.or.id atau http://www.lugi.or.id atau http://www.infolinux.or.id

Dukungan komersil bagi distribusi Linux secara umum menggunakan model bisnis dengan menyediakan dukungan teknis. Dukungan pihak ketiga juga sudah tersedia.

[sunting] Skala Usaha Pembangunan Linux

Sebuah studi (More Than a Gigabuck: Estimating GNU/Linux’s Size [2]) Terhadap Red Hat Linux 7.1 menemukan bahwa distribusi ini berisi 30 juta baris kode sumber (‘’source lines of code (SLOC)’’). Menggunakan model biaya COCOMO studi ini menunjukan bahwa distribusi ini memerlukan waktu pengembangan sebanyak 8000 tahun, apabila software ini di kembangkan dengan cara proprietary konvensional. Dan akan menghabiskan sekitar 1.08 miliar dolar (dolar tahun 2000) untuk dikembangkan di Amerika Serikat.

Mayoritas dari kode (71%) ditulis dalam C, namun banyak bahasa lain digunakan, termasuk C++ shell scripts, Lisp, assembly language, Perl, Fortran dan Python.

Sekitar setengah dari kodenya di lisensikan di bawah GPL.

Kernel Linux mengandung 2.4 juta baris kode, atau sekitar 8% dari total kode yang dipakai dalam sebuah distribusi/distro. Hal ini menunjukan bahwa mayoritas dari distribusi Linux terdiri dari kode yang tidak terkandung dalam Kernel Linux.

[sunting] “GNU/Linux”

Lihat Kontroversi Penamaan GNU/Linux

GNU adalah singkatan dari GNU’s Not Unix.

Disebabkan utiliti-utiliti dari proyek sistem operasi bebas GNU – tanpa ini sistem Linux tidak akan menyerupai sistem Unix dalam perspektif pengguna – Richard Stallman dari GNU/FSF memohon agar kombinasi sistem (proyek GNU dan kernel Linux), disebut sebagai “GNU/Linux”. Pengguna distribusi Linux dari proyek Debian lebih cenderung menggunakan nama tersebut. Kebanyakan pengguna lebih mudah menggunakan istilah “Linux”.

[sunting] Tindakan Undang-undang (Litigasi)

Artikel utama: SCO Vs IBM Pada bulan Maret 2003, Grup SCO (SCOG – SCO Group) telah mengeluarkan gugatan terhadap IBM yang mengklaim bahwa IBM telah memasukkan sebagin besar dari bahan intelektual milik SCOG (kode sumber) ke dalam kernel Linux, di mana hal ini merupakan pelanggaran terhadap lisensi IBM untuk menggunakan UNIX. Disebutkan bahwa lisensi tersebut dipegang oleh Kelompok SCO. Tambahan lagi, Kelompok SCO juga telah mengirim surat kepada beberapa lembaga dan memberi ancaman tentang penggunaan Linux tanpa lisensi dari kelompok SCO akan menerima tindakan dari mereka. Kelompok SCO juga mengeluarkan pernyataan pada media massa bahwa mereka akan menggugat pengguna Linux selanjutnya. Kontroversi ini telah mencetus beberapa kecaman oleh Kelompok SCO terhadap Novell, DaimlerChrysler, dan AutoZone, selain gugatan balik oleh Red Hat dan pihak lain terhadap SCOG.

Teknik Instalasi Linux

•May 4, 2008 • 1 Comment

Bagi mereka yang tidak mampu untuk membeli sistem operasi Microsoft, maka Linux dapat menjadi alternatif sistem operasi yang digunakan di PC secara halal & tidak membajak perangkat lunak sama sekali. Biasanya yang paling membuat pusing kepala adalah ketakutan / ketidak mampuan dalam menginstalasi sistem operasi Linux.

Saya sendiri menggunakan sistem operasi Linux Mandrake 8.0 di PC saya berdampingan dengan sistem operasi Windows (asli). Saya harus akui sebagian sistem operasi Linux cukup sulit bagi orang biasa untuk menginstalasi-nya, akan tetapi Linux Mandrake sudah demikian mudah sekali & kemungkinan gagal-nya rendah.

Secara umum ada beberapa pilihan cara instalasi yang dapat dilakukan, Linux dapat di instalasi dengan kondisi:

· PC sudah terinstalasi Windows dan seluruh harddisk terpakai oleh Windows. Biasanya kita menggunakan program partition magic untuk me-resize partisi Windows.
· PC sama sekali belum terinstalasi apa-apa, kita mulai dari nol. Seluruh harddisk masih kosong & belum terformat sama sekali. Kita bisa menginstalasi Linux secara keseluruhan, atau membagi sebagian partisi untuk Windows.

Pada kesempatan ini saya hanya memfokuskan teknik instalasi Linux Mandrake tanpa berdampingan dengan Windows sama sekali. Jika anda ingin dalam satu komputer ada Windows & Linux sekaligus, install Windows terlebih dulu baru kemudian instalasi Linux.

Sebelum instalasi Linux
· Pastikan kita masih memiliki sisa harddisk minimal sebesar 1.5GB untuk Linux. Tidak apa-apa jika harddisk tsb. sudah terformat menggunakan Windows FAT32, kita bisa mengakali agar file system-nya nanti di ubah menjadi Linux.
· Catat baik-baik semua data teknis periferal yang ada di komputer yang kita gunakan, seperti, ethernet card (LAN card), sound card, jenis harddisk, video card. Umumnya Linux Mandrake dapat secara otomatis mendeteksi card-card tersebut, hal ini hanya untuk berjaga-jaga kalau Mandrake gagal mendeteksi card periferal tsb. Cara paling sederhana & gampang untuk men-check data teknis peralatan / card periferal yang digunakan adalah menggunakan Windows melalui Start à Settings à Control Panel à System à Device Manager. Klik device yang kita inginkan & catat resources yang digunakan.
· Setting BIOS diubah agar urutan booting menjadi FDD (floppy) à CDROM à HDD (harddisk). Untuk memasuki setting BIOS tekan ESC atau DEL pada saat booting pertama kali & cari bagian untuk setting urutan booting.
Siapkan Partisi Untuk Linux

Bagian ini merupakan bagian yang paling seru, merupakan seni tersendiri & sangat tergantung pada kebutuhan kita maupun kondisi awal harddisk yang akan kita instalasi. Minimal sekali Linux akan membutuhkan partisi:

Directory / Mount File System Ukuran
/ Ext2 1 Gbyte
/home Ext2 100Mbyte
Swap Swap 64Mbyte

Proses setting partisi dapat dilakukan secara automatis oleh Linux atau secara manual.

Instalasi Linux

Masukan CD Linux Mandrake (CD 1) ke CD drive & booting komputer. Mohon di pastikan bahwa anda telah menset BIOS agar urutan booting adalah:

FDD (floppy) à CDROM à HDD (harddisk).

Jika booting dari CDROM Linux dapat dilakukan dengan baik maka anda akan melihat logo Linux Mandrake pada layar. Anda dapat langsung menekan tombol ENTER untuk melanjutkan proses instalasi.

Perlu saya ingatkan disini bahwa proses instalasi Linux, terutama bagi yang menggunakan distribusi Mandrake 8.0 sudah demikian mudahnya karena sebagian besar parameter-nya tinggal di klik OK saja karena Mandrake telah mendeteksi & menyiapkan yang terbaik. Di samping itu, sebagian parameter dapat di set ulang setelah Linux Mandrake terinstall menggunakan fasilitas Mandrake Control Center. Oleh karenanya kita tidak perlu takut akan menderita kesulitan yang berarti untuk menginstalasi Linux.

Selanjutnya akan saya overview sedikit proses yang terjadi pada saat instalasi. Terus terang, sebagian besar yang harus kita lakukan hanya menekan OK, Accept. Kalaupun kita harus menset sesuatu biasanya semua tertera dengan jelas pada layar.

Layar pertama yang akan muncul adalah menanyakan bahasa apa yang ingin anda gunakan dalam operasi Linux. Sebagian orang akan memilih bahasa Indonesia yang kebetulan di sediakan juga di Linux Mandrake. Beberapa rekan, masih lebih menyukai untuk menggunakan bahasa Inggris karena terbiasa dengan bahasa Inggris. Tekan tombol OK untuk melanjutkan.

Seperti hal-nya proses instalasi software lainnya, anda akan diminta untuk menerima perjanjian lisensi penggunakan software. Anda dapat membaca-nya baik-baik jika dibutuhkan & jika anda menerima perjanjian penggunaan software tersebut dapat menekan tombol ACCEPT.

Karena Linux mempunyai banyak sekali koleksi software, maka ada beberapa pilihan instalasi yang dapat dilakukan. Oleh karena itu Mandrake memberikan pilihan apakah kita akan menginstall software yang recommended saja, atau untuk expert (ahli). Pada pilihan recommended hanya software yang diperlukan saja yang akan di install. Pada pilihan expert maka banyak software lainnya yang akan di install yang biasanya hanya dibutuhkan oleh orang yang ahli Linux (bukan user biasa). Bagi para pemula saya sarankan untuk memilih recommended agar sebagian besar proses akan di otomatisasi oleh Linux.

Mungkin yang paling penting hanya pemilihan paket program yang akan digunakan, karena Linux membawa banyak sekali paket program. Tentunya sebaiknya anda memilih paket program yang anda butuhkan saja untuk menghemat harddisk. Pada dasarnya pola fikir yang digunakan tidak terlalu rumit, secara sederhana kita biasanya memfokuskan pada penggunaan workstation, server atau development. Masing-masing akan membutuhkan software yang berbeda sekali satu sama lain.

Pada saat anda mencoba-coba Linux tidak ada salahnya sebanyak mungkin software di install agar dapat dicoba berbagai hal yang berkaitan dengan Linux. Biasanya cukup salah satu lingkungan grafik yang di install (saya biasanya memilih KDE) agar tidak menghabiskan banyak ruang di harddisk. Biasanya harddisk sebesar 1.5-1.9Gbyte cukup untuk menginstall cukup banyak software termasuk source code untuk development.
Waktu instalasi semua paket software akan sangat tergantung pada jenis CD drive & komputer yang anda gunakan. Untuk komputer saya Pentium II 233MHz membutuhkan sekitar 45 menit s/d 1 jam untuk menginstall semua paket software yang saya inginkan. Pada beberapa kesempatan saya sempat menginstall di mesin Pentium III CD drive > 40x, ternyata membutuhkan hanya sekitar 5-10 menit-an untuk menginstalasi semua software yang saya butuhkan.

Setelah semua software di instalasi, anda akan di tanyakan password untuk root (user tertinggi) di mesin anda. Jangan sampai lupa password root, karena dengan root anda dapat melakukan apa saja di komputer anda ini.

Kemudian secara bertahap kita dapat memasukan user untuk komputer yang akan kita gunakan. Informasi nama, username, password untuk masing-masing user harus dimasukan secara manual satu per satu. Sebaiknya untuk penggunaan sehari-hari gunakan user non-root untuk menjaga jangan sampai kita mengubah konfigurasi system secara tidak sengaja.

Kita akan di sodorkan beberapa pilihan untuk menset layar monitor, resolusi, tingkat warna-nya dll. Biasanya semua sudah di set dengan baik oleh software DrakX. Sehingga kita hampir tidak perlu melakukan apa-apa kecuali menekan tombol OK. Untuk aman-nya pengalaman saya dalam pemilihan monitor yang di Linux, saya biasanya menggunakan setting generic untuk non-interlace monitor jika ingin memperoleh resolusi di atas 800×600.

Ah lumayan sesudah menunggu sekitar satu jam-an maka Linux anda siap untuk di jajal. Selamat ber-Linux ria & bebas dari membajak software.

Forex Trading in Ubuntu with Avatrader

•May 1, 2008 • Leave a Comment

If you want to know what is Forex Trading, you can try with AVAFX. The website is available at www.avafx.com. Although the application is for Win*, but you still can run it in Ubuntu with Wine. I’ve tried it and it run smoothly with Wine.

I will not explain how to register an account, here. It’s a standard web register. So, there is no difficulty at all. Before we start, I assume that you have an account in AVAFX (Online Trading Center) already. If not than you can try with ‘Free Practice Account’. It’s a 21-day free practice account. Just click ‘Register Now’ and follow all the instructions.

For the starter you will have US$ 100.000 practice account. When you ready for the real thing, you can begin trading with a minimum US$ 100.

Step 1. Download the program and run it with Wine.

Goto your download directory, click with your Right Mouse Button then select ‘Open with ‘Wine Windows’ Emulator’.

  • Click ‘Next’ to continue.

  • Just use the default directory, so just click ‘Next’.

  • Click ‘Next’ to continue.

  • Don’t change anything and click ‘Finish’ to start the program.

  • Enter your Username and Password. Don’t forget to make sure that your Account type is ‘Demo’ then click ‘OK’.

  • Avatrader then will download additional modules.

  • If you use Mozilla, Wine need Mozilla HTML engine named Gecko. Just click ‘Install’ to continue the process. You don’t have to do anything, it’s automatically download and install the program.

  • After all process has done, you can start it by double click the icon on your desktop.

  • Below is the standard display of ‘Avatrader’.

  • I don’t like it. So, I modify until it becomes like below.

  • On the left is Line chart.

  • In the middle is the Current currency.

  • On the top right is the ‘Candle Chart‘. You can set how the program update the data. By ticks, minutes, hour etc.

  • On the right bottom is your Transaction. If you buy something it will be displayed in this list. The red color indicates your Buying is lower compare to your Selling. If you sell it in this period you will lose for amount displayed in each Net P/L field. For example you can see on Ticket 4556327, you will loose for 63.2 USD is you sell in this.

  • If the color is like below, now is your time to make profit. To sell your Forex, just click your mouse pointer on ‘Close’ field. For example, if you want to sell at Ticket 4555786, just click on ‘1.5991‘ field, then enter how much Forex that you want to sell.